Platini: Kenapa Tak Sekalian Ada Teknologi untuk Offside?

Nyon - Disetujuinya teknologi garis gawang oleh FIFA mendapatkan tanggapan pro dan kontra. Salah satu yang kontra akan keputusan tersebut adalah Presiden UEFA Michel Platini.

Platini sejak awal memang menentang penggunaan teknologi di dalam sepakbola. Oleh karenanya, ketimbang menggunakan teknologi garis gawang, ia lebih memilih menambah jumlah asisten wasit; yakni dua asisten tambahan di sisi gawang masing-masing tim yang bertanding.

Kendati demikian, solusi menambah asisten wasit tersebut kembali mendapatkan pertanyaan. Apalagi setelah ada kontroversi batalnya gol Ukraina ke gawang Inggris pada Piala Eropa lalu. Ketika itu, terlihat dari siaran ulang, bola sudah melewati garis. Namun, wasit memutuskan tidak ada gol.

Bagaimana tanggapan Platini? Mantan bintang timnas Prancis itu tetap teguh pada pendiriannya.

Platini beranggapan bahwa jika satu permasalahan sudah diselesaikan dengan teknologi, maka hanya tinggal tunggu waktu masalah lainnya juga diselesaikan dengan teknologi.

"Saya tidak hanya menentang teknologi garis gawang, tetapi saya juga menentang teknologi itu sendiri. Karena teknologi itu akan menginvasi seluruh area dari sepakbola," ujarnya seperti dilansir Reuters.

"Kenapa Tak Sekalian Ada Teknologi untuk Offside? Lalu, bagaimana dengan gol 'Tangan Tuhan' Diego Maradona pada 1986?"

"Mengapa tidak sekalian kita ciptakan teknologi untuk melihat apakah Maradona menyentuh bolanya atau tidak? Ini semua tidak akan ada habisnya. Saya menentang teknologi itu sendiri," tegasnya.

Keputusan untuk memberikan lampu hijau pada teknologi garis gawang diambil oleh International Football Association Board (IFAB), dalam sidangnya Kamis (5/7/2012) kemarin waktu setempat. Demikian dikutip dari AFP.

Teknologi garis gawang tersebut akan melakukan debutnya di Piala Dunia Antarklub, Desember mendatang. FIFA juga telah merencanakan untuk memakai teknologi tersebut di Piala Konfederasi 2013 dan Piala Dunia 2014. Sementara itu, Liga Primer Inggris diperkirakan akan menjadi liga pertama di dunia yang akan menggunakan peragkat ini.

Dari delapan teknologi yang sudah diuji coba, hanya dua sistem -- Hawk-Eye dan GoalRef -- yang berhasil lolos. Kini kedua teknologi tersebut tinggal menunggu FIFA untuk menetapkan lisensi penggunaannya.

0 KOMENTAR:

Copyright © 2012 Berita Terbaru.